Rabu, 25 September 2013

EDISI PERTAMA....

Sudah lama aku tidak melakukan kegiatan tulis menulis ini. Terus terang, aku merasa canggung. Aku tidak tahu apa yang mau aku tulis. Dahulu aku begitu rajin menulis teristimewa menulis pengalaman-pengalaman yang aku alami dalam satu hari. Aku menulis di saat menjelang tidur, di saat situasi benar-benar tenang. Aku merefleksikan apa yang telah aku lakukan seharian, aku memikirkan apa yang telah terjadi, aku merenungkan pelajaran apa yang telah aku dapatkan pada waktu itu.
Kalau dibukukan mungkin tulisanku sudah berwujud dalam banyak buku. Aku merasa sangat puas setelah menulis meski menulis pada waktu itu benar-benar menguras energiku serta menguras waktuku. Aku sangat senang menuangkan apa yang ada dalam pikiranku maupun dalam perasaanku.
Kegiatan menulis terhenti total setelah aku menikah. Praktis apa yang aku pikirkan, apa yang aku rasakan tidak lagi tertuang dalam lembaran-lembaran kertas. Aku berusaha melakukan aktifitas itu kembali, namun itu tidak bisa aku lakukan. Bukan karena apa, tetapi karena ada perbedaan situasi di mana pada waktu itu, aku bisa  berkonsentrasi penuh terhadap diriku sendiri, setelah menikah maka situasi itu tidak bisa aku temukan. Memang, seharusnya hal itu bisa dilakukan. Tetapi, dengan adanya pasangan, rasanya sulit apalagi jika pasangan maunya ingin tahu.
Dengan berkembangnya teknologi internet, aku mencoba beralih dari menggunakan buku sebagai media tulis menulis, menuju penggunaan blog sebagai media tulis menulis. Ada perbedaan yang cukup mendasar. Pertama, aku tidak perlu lagi membutuhkan lembaran-lembaran kertas, aku bisa mengedit setiap tulisannya, bahkan aku bisa menambahkan link-link yang bisa menambah semarak tulisanku. Yang kedua, dengan menulis pada blog ini, aku bisa memilih apakah blog ini bisa dibaca oleh orang lain atau tetap aku sendiri. Semuanya terserah padaku.
Yah, segala sesuatunya memang sudah berbeda....
Dulu aku masih muda, sekarang sudah berumur...
Meskipun demikian semangatku untuk menulis masih seperti dulu. Aku ingin menuangkan apa yang dulu tidak sempat aku tulis. Aku harus membongkar kembali pengalaman-pengalaman selama lebih dari 15 tahun yang lalu. Memang tidak mudah, tapi dengan dimulainya menulis pada hari ini, aku berharap aku bisa menguak sedikit demi sedikit apa yang tengah aku pikirkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar